Surat Hujan….

Surat [singkat] ini datang tepat diawal bulan desember saat langit [selalu] murung

Ayah, akhir-akhir ini hujan turun tanpa kompromi dan belas kasihan. [Sejujurnya] aku merindukanmu. Aku terlalu payah menanggung sebagian rindu yang mengurat. Sebisanya aku menahan, tetap saja. Hanya rindu yang membekas di sisa air hujan. Aku terlalu payah. Memang….

Ayah, seperti sebelumnya saat surat ku datang… aku titip setitik airmata rindu tiada terkira kepadamu, ayahku. Pun, kpada ibu aku titip setangkup bangga dan cinta yang mengangkasa. Semoga suratku dapat engkau baca dengan apik.

Malang,
01 Desember 2014
Malam hari, saat hujan reda…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s