#Belum ada judul

Kau mahir mengajakku berfantasi
Perihal, altar yang hanya akan menjadi milik kita esok
Ketika pujian-pujian surga dengan nyaring menggema
Menghidupkan segala doa para tamu undangan
Bangunkan aku, andai kepala ku telah sesak oleh sejuta angan
Jika aku masih terlelap jangan biarkan fantasi merajai isi kepala
Pernah airmataku banyak luruh didalam jejak-jejak kita
Dan juga, nafas-nafasku kerap  tersengal oleh pekatnya kabut
Kau selalu menjadi yang pertama, mengusap airmataku dengan kasih
Melengkungkan kembali sepasang mata telaga yang terlanjur basah
Deretan langkah kita telah menuntun pada angka ribuan hari
Angka yang tak lagi perawan untuk sebuah kerinduan
Jika datang hari, dimana aku tak lagi menyepakati sebuah ‘kita’
Katakan padaku, betapa kau mencintaiku tanpa cela
Betapa aku sering menuliskan sajak cinta padamu
Bahkan, jika itu tak lagi cukup
Bisikkan padaku, altar kita telah menanti
Diujung biru kelopak matamu
Kekasihku…. aku mencintaimu….

Iklan

14 pemikiran pada “#Belum ada judul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s