Lelaki dengan Iris Mata Abu-Abu

INI

sumbernya ini

Pernah aku mencintai seorang lelaki yang dimatanya menyimpan banyak cacat, masing-masing iris matanya membawa banyak abu-abu serupa televisi hitam putih 2 dekade. Ku kira sudah sejak  lama kami menyebut satu sama lain sebagai “kita” sebuah kata yang manis untuk kebersamaan sepasang lelaki dan perempuan. Cacat di iris matanya tak pernah berubah meski kami telah bersama sekalipun, isi matanya tetap ganjil tak terdefinisi bagai angka-angka liar. Aku tak pernah berusaha bertanya, dan ia tak pernah berusaha menjelaskan. Kami hidup dalam kebersamaan yang didalamnya terlipat kesendirian yang terjaga.

Lipatan matanya kubaca sebagai luka yang entah bermuara di palung sisi mana membuatku jatuh hati padanya berulang-ulang. Sepersekian detik adalah puluhan rindu yang terbang bebas menghiasi isi kepala. Aku jatuh hati, pada lipatan mata monokrom miliknya. Matanya serupa telaga yang terdapat banyak bidadari berlarian. Atau barangkali aku merasakan surga lebih awal dari yang semestinya. Ahhh… kurasa itu terlalu berlebihan. Malam tiba terasa begitu pekat, membumbung hati yang dipenuhi candu, menjadikan nyala kunang-kunang sebagi satu-satunya penerangan. Hati yang juga begitu pepat tak jambu seperti biasa. Ada rasa yang gelap, dengan derap yang silap.

Hari berganti waktu, memakan banyak asap kendaraan yang entah bersumber dari mata angin mana. Pekikan rindu yang lama ku pelihara untuk lelaki ber iris abu-abu kini hanya tinggal sejumlah tangga nada tak berirama. Kini hanya serupa teko kosong yang tak berisi sedikit pun kasih. Tepat, saya dan Ia sepakat tak akan lagi saling mengkhawatirkan seperti hari kemarin. Selama ini, saya terlalu asyik menikmati tatapan monokromnya hingga melupa bahwa telinga saya telah bisu akan hal baik. Saya tak bilang Ia cela tetapi jika Tuhan memberi pilihan ganda maka saya lebih memilih tak mengenal lelaki ber iris mata abu-abu. Saya akan lebih memilih menaiki bianglala aneka warna di sebuah taman ria sembari menghitung banyak gemintang yang silih mengecup semesta. Lelaki ber iris mata abu-abu menjadikanku musim tanpa bunga, perasaku terberai ke segala sudut yang tak akan mungkin lagi tersusun rapi.

Kepada E – H, semoga aku dan Kau tak lagi saling mempedulikan……

 

 

Iklan

8 pemikiran pada “Lelaki dengan Iris Mata Abu-Abu

      1. Tipatkai pernah berguru ke biksu Tong yang kalo gak salah hidup di masa kera sakti. Ya generasi sekitar itu deh… $€×&&=&$*×(@@&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s