Serikat Sajak

Berlarilah ketika aku tak sanggup lagi menghangatkanmu

Mendekatlah ketika airmatamu hendak meluap

Aku akan tetap disini…

Menunggumu dengan tertib

Tak perlu kau hiraukan perasaanku

Sebab hidupku sepenuhnya untuk membuat tawamu………

 

 

 

Jangan pernah sadar jika saya selalu memperhatimu diam-diam

Itu adalah cara paling rahasia untuk melepas rinduku

Mari kita seperti ini saja

Layaknya dua manusia yang tak (begitu) akrab

Maka setiap hari saya dapat menikmati punggungmu dari belakang

Tentu saja, secara diam-diam………

 

 

Aku punya satu rindu untukmu

Tapi aku malu menunjukkannya

Nanti kau anggap aku tak punya malu

Aku menunggu saja

Karena aku perempuan, memang hanya menunggu…

 

 

Kata orang, ini adalah waktu yang tepat untuk jatuh hati

Maka saya memutuskan untuk jatuh hati kepadamu

Saya berharap kamu sama seperti saya

Jangan berpikir saya terlalu egois

Nyatanya, kau malah jatuh hati kepada dia

Saya hanya menelan ludah, terlalu mempercayai kata orang…

 

 

Hari ini saya sedang kasmaran

Tolong jangan tanya siapa orangnya…

Kalaupun saya beritahu kau pasti akan menertawakan

Biarkan saya menikmati hari ini dengan penuh bunga

Walaupun itu hanya sebuah cinta sendirian…

Tapi saya bahagia…..

 

Iklan

16 pemikiran pada “Serikat Sajak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s