Lentera Bulan Desember

Lentera bulan desember itu mulai redup dimakan usia

Cahayanya tak lagi sebening saat kita merenda arti sebuah cinta dan pengorbanan

Ribuan koyakan cercaan, makian telah menjadi gaun bagi kehidupan

Wewangian bunga kesturi tak lagi sanggup berpelukan dengan iblis

Hanya malaikat penjaga cinta yang mampu memelihara lentera bulan desember

Beri aku satu alasan mengapa “kita” hanya menjadi sebuah elegi

Ketika hujan telah bercumbu dengan cemara yang kering

Matahari telah berjanji tak lagi mengkhianati awan

Sebab engkau tak cukup pandai menari di tengah sabana khatulistiwa

Sebab engkau terlalu lelah menghitung dedaunan yang berguguran

Sebab engkau selalu bersimpuh disujud yang salah

Kutuk aku jika Tuhan tak mengirimkan ribuan peri untuk menyulam cinta kita menjadi surga kecil dibawah akar trembesi

Biar lentera bulan desember menjadi saksi “kita” tak hanya menjadi sebuah elegi tapi menjadi sebuah legenda

Tak hanya sekedar romeo dan juliet, tak hanya sekedar abu nawas dan yasmin

Tapi abadi..kekal, tak rapuh dimakan jaman.

 

Teruntuk : kamu yang selalu menari indah dengan ku…disiniii

Pelacur bermukena putih

 

Aku telah kenyang akan derita yang diberikan Tuhan kepadaku lewat bisikan angin fajar. Semua terasa bagai fatamorgana bagiku, diawali oleh kematian ibuku yang begitu tiba-tiba mau tidak mau memaksaku menjadi seorang ibu rumah tangga disaat umurku masih 16tahun merawat ayah dan adikku. Setiap senja mengusir matahari yang berpelukan dengan langit kusaksikan ribuan awan putih menyambut puluhan burung bul-bul kembali ke peraduannya. Aku bersenandung lirih dibawah pohon trembesi, kupejamkan mata, menyandarkan tubuh ringkih ini sejenak.Jika bukan karena aku wanita pilihan aku lebih memilih mengakhiri semuanya dipadang pasir dari dimensi lain disana. Tak berapa lama ayahku menikah lagi dengan seorang wanita cantik dengan usia 25tahun lebih muda dari ayahku. Sungguh, selantang-lantangnya aku bersuara tetap saja pernikahan itu tetap saja terjadi. Aku lunglai,aku lemah, tubuhku bagai tak bertulang, serasa ribuan beton menghancurkan tubuhku. Lidahku kelu ketika memanggilnya dengan sebutan “ibu”. Akhirnya aku memutuskan kuliah di kota hidup sendiri tidak bersama ayah dan adikku didesa.

Tapi dikota kehidupan menggiringku dikehidupan lain, kehidupan yang penuh nista. Dengan parasku yang elok banyak pria yang mendekati. Pria yang sering disebut “Pria nakal ber jas kantor”. Aku layani semua usaha mereka mendekatiku asalkan aku memperoleh uang dari mereka untuk mencukupi gaya hidupku yang glamour. dari hanya kopi darat, menemani makan, bertemu rekan bisnis, hingga menjadi selimut mereka ketika tidur. Entah apa perasaanku ketika itu bangga dikerumuni pria kaya, senang karena dapat hidup dengan jerih payah, sedih karena membiarkan tubuhku untuk banyak orang. Entahlah. Ayahku tak tahu kelakuanku dikota dikota. Ayah termasuk orang terpandang didesa, setiap kepulanganku selalu disambut dengan makanan enak, kuberi uang untuk adikku. yaaa… uang haram. Setiap aku mendapat lemparan rupiah dari Tuhan melalui tangan pria nakal itu aku sedekahkan sebagian untuk anak yatim yang masih kecil, seperti nasibku. Mungkin malaikat lebih mengerti termasuk dosa atau pahala kah perbuatanku ini. memberi akan anak yatim dengan uang haram. Ku pakai makena putihku setiap bintang berbincang mesra dengan langit gelap, kupantaskan diriku untuk bertemu dengan Tuhan melalui desahan doa yang kurangkai dari hati, kutanggalkan sejenak iblis yang menguasai diri.

Setelah kepergian ibu hidupku laksana bunga kesturi yang hidup ditengah gurun pasir yang kering kerontang. Tak ada penyejukan, tiang untuk menguatkan, air untuk bertahan hidup yang ada hanya desiran pasir lembut mengotoriku dan teriknya matahari dengan angkuhnya menyemburkan panasnya. Jalan hidup ini bukan pilihan hidupku ketika kecil. Terkadang aku masih rindu belaian tangan ibu ketika menyisir rambutku, memelukku diranjang ketika terdengan suara gemuruh petir diluar gubuk kami. Tapi ternyata Tuhan memberi isyarat lain yang tak dapat ku mengerti, semua melebur dalam tangisan pedihku.

“Ibu, tetaplah menjadi ibuku. Maafkan aku yang mengecewakanmu, kepergianmu membuat dunia tak pernah berpihak lagi padaku”

(true story)

Mereka (iblis) penentang cinta…

“kau hanya bisa mencemarkan nama keluarga, apa gunanya sekolah sarjana jika yang kau dapat hanya kenistaan”. Patahan kata itu terus bermain-main dalam pikiranku sambil tetesan air surga mengalir deras dari dua pelupuk mata. Sesekali kuusap air yang membuat mataku sembab dengaan tangan yang telanjang. “Oh,Tuhan salahkah aku mecintai pria? bukankah anugerah terdahsyatmu adalah rasa cinta? Pun Adam dan Hawa hadir di bumi untuk bersatu”.

Rekaman masa itu terputar jelas di memori hitam putih otakku. Perkenalan dengan seorang lelaki yang sampai sekarang sangat aku sayangi, seorang lelaki yang mengajarkanku berani untuk menantang matahari, seorang lelaki yang sangat dibenci oleh keluargaku. Sebagai seorang anak aku tak banyak menuntut, menerima dengan ikhlas apa yang aku miliki, tersenyum ditengah kepungan masalah yang terus menjalar menggerogoti tubuh dan menunduk saat cercaan orang beruntun seumpama awan mendung yang mempersembahkan petir untuk dinikmati oleh langit. Rumahku laksana neraka untuk kusinggahi, semua bersiap memasung,mencekik,melolosi tulangku karena sesuatu yang dianggap salah “cinta”.

Setiap datang petang, bulan dikelilingi ribuan bintang aku menyiapkan selembar kain untuk tempat bersujud, menyiapkan tangan telanjangku menengadah menghadap langit berharap butir butir cinta Tuhan singgah di tanganku. Aku berdoa segala untaian kata kurangkai seindah bunga kesturi kala merekah membius lebah penghisap. Aku tak yakin doa seorang pemabuk cinta seperti ku sampai di Arsy Tuhan, seorang yang kata mereka penuh nista. Aku berbicara kepada Tuhan lewat semburat merah senja, burung bul-bul yang pulang peraduannya, fajar yang bersolek indah. Entah,kepada siapa aku harus berkeluh selain pada-Mu yang ku agungkan, Engkau yang tak tampak tapi seisi semesta bertasbih mengagungkanMu. lewat daun yang mencium malam, embun yang menangis karna siang, desauan angin di bulan april.

“Tuhan, jika kami memang ada untuk bersama, berilah kami seribu tangan untuk mencabut mulut mereka yang terus berceloteh bak burung kehilangan induk. Beri kami satu malaikat untuk mematikan jutaan iblis yang bergejolak”. Aku sungguh mencintainya Tuhan, bulan purnama menjadi saksi betapa setiap malam aku selalu memimpikan menjadi wanita yang selalu dikecup keningnya setiap, menjadi wanita yang halal baginya. Tapi mengapa semesta menolak rasa cinta kami, dimana kami harus berpijak dengan tangan bergandeng teguh. Dosakah kami yang saling mencintai tanpa pernah saling merangkul karena dunia yang kejam? Beri aku dan dia sedikit surga kecil Mu agar dapat kami nikmati. Agar kami sedikit bisa merasakan senyum kecil di bulan januari tanpa airmata.

Aku : Sebuah januari yang terlupakan

Aku…
Seorang gadis kecil yang hidup dibalik terali besi

Menengadah menyaksikan januari yang basah
Meminta kesaksian pada langit yang terus menangis

Menuntut bumi yang terus rapuh sebab pukulan hujan

Aku…

gadis kecil yang terus diterpa angin

Semilir nestapa berselimut pilu

Mencabut akar yang ribuan tahun bercumbu dengan tanah

Mematahkan daun yang kering dimakan jaman

Aku…

Merayu malaikat, mencekik iblis pendusta

Tuhan telah bosan…

Yaaa..Tuhan telah bosan mendengarkan erangan doaku

Tangan-Nya lebih bersahabat dengan pelacur

daripada mendekap lembaran doaku

Aku….

Wanita senja berbaju hitam

Yang terlelap di rintihan fajar

Menanti berlalunya januari yang basah

Merangkai ribuan malaikat menidurkannya

Seharusnya itu Namaku, bukan dia

Sore hari yang cerah, langitnya pun cerah menyemburat kemerahan dari langit diiringi puluhan ekor merpati menghiasi langit yang tampak menyambut kedatangan bulan meninggalkan matahari yang telah lelah memberikan sinarnya kepada bumi selama seharian, semilir angin dari pohon ara memberikan kedinginan sendiri dikulit. Aku menikmati secangkir teh sore ku dengan duduk didepan rumah. Banyak yang bilang diumurku yang hampir menginjak kepala 3 ini aku sangat beruntung. Diusia 22 tahun sudah mendapat panggilan kerja disalah satu perusahaan asuransi terkenal, hingga sekarang usiaku 28tahun aku sudah mampu mandiri dan mempunyai satu mobil hasil keringatku sendiri. Tapi sayang, dibalik kesuksesaan yg kuraih aku belum memiliki pasangan hidup. Yaaaa….aku terus menunggu lelaki, cinta yang kurajut saat aku masih kuliah dengan lelaki bernama Dion. Hingga saat kami lulus, kami memilih jalan hidup masing-masing. Aku memutuskan bekerja di perusahaan asuransi, sedangkan dia meneruskan tahta perusahaan milik keluarganya di luar kota. “Aku tetep sayang kamu kok Vita sayangg,kita berpisah adalah untuk bertemu sebagai suami istri. Aku yakin kamu jodohku. Pokoknya aku janji aku bakalan menjemput kamu disini sebagai istriku. Sabar dulu ya”. Kata terakhir 6 tahun yang lalu belum hilang dari ingatanku. Kata-kata yang menjadi pelipur dukaku, kesetiaanku menunggunya hingga umurku yang sudah tidak remaja lagi. Ahh, Dion kapan kau menikahiku. Wajahnya pun tiba-tiba bermain dalam pikiranku.

***

Aku menyeruput secangkir teh disampingku, jarum jam menunjukkan pukul 5 sore, aku memejamkan mata sejenak, berimajinasi andai aku sudah mempunyai keluarga kecil, anak yang lucu, menyambut suami pulang bekerja dengan senyum merekah. Amboiii, indah sekali hidup seperti itu. Apa gunanya uang berlimpah jika tidak mempunyai cinta, menunggu seseorang yang menjanjikan masa depan tapi entah kapan akan bertemu. Lamunanku buyar ketika sebuah sepeda motor  memasuki pagar rumahku, terlihat seorang laki-laki kira-kira berumur 23 tahunan turun dari motor dan membuka helm berjalan menghampiriku. “Maaf, ibu apa benar ini kediaman Ibu Margaretha Cintya Soemardi”,kata lelaki itu.

“Iya benar, saya sendiri. Ada keperluan apa ya?”

Lelaki itu tersenyum ramah kemudian berkata ” Ibu ini ada paket. Mohon tanda tangan disini”. seraya menyodorkan secarik kertas dan pulpen. “Terima kasih ibu saya permisi”, katanya seraya pergi.Aku meraba-raba paket itu, seperti dokumen. Lantas aku membukanya, ternyata sebuah undangan. Siapa yang menikah lagi? Kenapa sampai harus dipaketkan?. Perlahan aku membuka undangan pernikahan berwarna silver dengan hiasan pita manis disampulnya dengan efek glitter semakin memperindahnya. Tapi aku semakin penasaran aku buka perlahan. “Tasya Soetopo”, bacaku dalam hati. Nama yang tertera dalam undangan tersebut, siapa itu tasya aku tak mengenalnya, apakah dia mengenalku, apa mungkin salah mengirim undangan. Aku baca nama yang tertera dibawahnya ” Dion Putra Sihombing”. Dadaku penuh sesak, hingga tak mampu untuk mengambil nafas, badanku lemah tak berdaya, tulangku seperti rapuh, kepalaku serasa mau pecah. Air mata jatuh berderai dari pelupuk mataku tak mampu ku bendung. Pandangan mataku kabur, semua terasa semu. Aku terjatuh tak sadarkan diri.

“cinta yang tak pasti, mungkin tak perlu diperjuangkan. Diluar sana banyak yang menunggu cinta kita. Di dunia ini tak ada yang tulus semua penuh kemunafikan”

budidaya dan pemasaran cengkeh

  1. Tetapkan teknis budidaya mulai dari persiapan lahan hingga pasca panen dari komoditi yang anda usahakan, berdasarkan observasi yang pernah anda lakukan terhadap praktek yang dilakukan petani saat ini ?

Penanaman berbagai macam pohon dengan atau tanpa tanaman setahun (semusim) pada lahan yang sama sudah sejak lama dilakukan petani di Indonesia. Contoh ini dapat dilihat dengan mudah pada lahan pekarangan di sekitar tempat tinggal petani. Praktek ini semakin meluas belakangan ini khususnya di daerah pinggiran hutan dikarenakan ketersediaan lahan yang semakin terbatas. Konversi hutan alam menjadi lahan pertanian disadari menimbulkan banyak masalah seperti penurunan kesuburan tanah, erosi, kepunahan flora dan fauna, banjir, kekeringan dan bahkan perubahan lingkungan global. Masalah ini bertambah berat dari waktu ke waktu sejalan dengan meningkatnya luas areal hutan yang dikonversi menjadi lahan usaha lain. Maka lahirlah agroforestri sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan baru di bidang pertanian atau kehutanan. Ilmu ini berupaya mengenali dan mengembangkan keberadaan sistem agroforestri yang telah dikembangkan petani di daerah beriklim tropis maupun beriklim subtropis sejak berabad-abad yang lalu. Agroforestri merupakan gabungan ilmu kehutanan dengan agronomi, yang memadukan usaha kehutanan dengan pembangunan pedesaan untuk menciptakan keselarasan antara intensifikasi pertanian dan pelestarian hutan.

Agroforestri diharapkan bermanfaat selain untuk mencegah perluasan tanah terdegradasi, melestarikan sumberdaya hutan, meningkatkan mutu pertanian serta menyempurnakan intensifikasi dan diversifikasi silvikultur. Sistem ini telah dipraktekkan oleh petani diberbagai tempat di Indonesia selama berabad-abad (Michon dan de Foresta,1995), misalnya sistem ladang berpindah, kebun campuran di lahan sekitar rumah (pekarangan) dan padang penggembalaan. Contoh lain yang umum dijumpai di Jawa adalah mosaik-mosaik padat dari hamparan persawahan dan tegalan produktif yang diselang-selingi oleh rerumpunan pohon. Sebagian dari rerumpunan pohon tersebut mempunyai struktur yang mendekati hutan alam dengan beraneka-ragam spesies tanaman.

Sistem agroforestri sederhana adalah suatu sistem pertanian di mana pepohonan ditanam secara tumpang-sari dengan satu atau lebih jenis tanaman semusim. Pepohonan bisa ditanam sebagai pagar mengelilingi petak lahan tanaman pangan, secara acak dalam petak lahan, atau dengan pola lain misalnya berbaris dalam larikan sehingga membentuk lorong/pagar.

Jenis-jenis pohon yang ditanam juga sangat beragam, bisa yang bernilai ekonomi tinggi misalnya kelapa, karet, cengkeh, kopi, kakao (coklat), nangka, belinjo, petai, jati dan mahoni atau yang bernilai ekonomi rendah seperti dadap, lamtoro dan kaliandra. Jenis tanaman semusim biasanya berkisar pada tanaman pangan yaitu padi (gogo), jagung, kedelai, kacang-kacangan, ubi kayu, sayur-mayur dan rerumputan atau jenis-jenis tanaman lainnya.

(AnonymousA ,2012)

Dalam kasus ini, kami ingin mengkaji tentang pertanaman cengkeh dalam agroforestri. Tanaman cengkeh (Syzigium aromaticum) dikenal sebagai tanaman rempah yang digunakan sebagai obat tradisional. Cengkeh termasuk salah satu penghasil minyak atsiri yang biasa diguakan sebagai bahan baku industri farmasi maupun industri makanan, sedangkan penggunaan yang terbanyak sebagai bahan baku rokok.

Produksi Cengkeh mempunyai peranan yang cukup besar dalam menunjang upaya peningkatan pendapatan Negara karena sampai saat ini Cukai rokok merupakan salah satu sumber pendapatan Negara yang terbesar dibanding dengon sumber-sumber pendapatan lainnya untuk Tahun Anggaran 2001, yaitu sekitar Rp. 17,6 trilyun atau 7,5 % bahkan target untuk Tahun Anggaran 2002, yaitu sekitar Rp. 22,3 triliun dari tahun 2003 sebesar 27 triliun dan penerimaan Negara serta penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi.

Besarnya cukai rokok kretek tergantung dan perkembangan produksi rokok kretek yang dihasilkan oleh pabrik rokok kretek di Indonesia. Sedangkan produksi rokok akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan cengkeh yang merupakan bahan baku utama produksi rokok kretek.

Berikut ialah teknik budidaya cengkeh di Indonesia mulai dari persyaratan tumbuh hingga penanganan pasca panen tanaman cengkeh, yang selanjutnya akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan rokok kretek.

a. Persyaratan Tumbuh

ü  Tanah yang sesuai untuk tanaman cengkeh adalah gembur, solum tanah tebal (minimal 1,5 meter) serta kedalaman air tanah lebih dari 3 meter dari permukaan tanah, jenis tanah yang sesuai adalah latosol, podsolik merah, mediteran dan andosol.

ü  Keasaman tanah (pH) optimum berkisar antara 5,5 – 6,5.

ü  Besarnya curah hujan optimal untuk perkembangan tanaman cengkeh berkisar 1.500 – 2.500 mm/tahun serta bulan kering kurang dari 2 bulan, suhu antara 25 – 34º C kelembaban (RH) 80 – 90 %.

ü  Ketinggian tempat yang optimal bagi pertumbuhan tanaman cengkeh berkisar antara 200 – 600 meter diatas permukaan laut (dpl).

b. Penanaman

1. Persiapan Lahan

ü Pembersihan lahan yang dilanjutkan dengan pegolahan tanah.

ü Pembuatan lubang tanam, ukuran yang biasa digunakan panjang, lebar dan  kedalaman masing – masing berkisar antara 60 – 80 cm (60 x 60 x 60 cm atau 80 x 80 x 80 cm atau 80 x 80 x 60 cm)

ü 2 minggu – 1 bulan sebelum tanam diberi pupuk kandang sebanyak 5 – 10 kg/ pohon.

ü Untuk mengatur kelebihan air perlu dibuat saluran drainase yang cukup.

  1. Jarak Tanam

ü Jarak tanam yang biasa digunakan pada penanaman cengkeh tidak sama tergantung pada ketinggian dan kemiringan tanah. Jarak tanam yang biasa digunakan adalah sekitar 6 m x 7 m = 238 pohon, 7 m x 8 m = 178 pohon atau 8 m x 8 m = 156 pohon.

  1. Pola Tanam

ü Penanaman dilaksanakan pada awal musim hujan.

ü Pola tanam campuran (polykuntur) dengan sistem tanam pagar, yaitu memperkecil jarak tanam dalam baris (Timur-Barat) misalnya 12 m x 5 m atau 14 m x 6 m sehingga tersedia ruangan untuk tanaman sela/ campuran.

ü Tanaman campuran dapat dilakukan pada tanaman yang belum    produktif dan atau kurang produktif.

c. Pemeliharaan Tanaman.

     Setelah bibit cengkeh ditanam ke lapangan tahap selanjutnya adalah pemeliharaan. Pada tanaman cengkeh, pemeliharaan merupakan periode yang panjang, yaitu selama tanaman yang diusahakan tersebut dianggap masih menguntungkan secara ekonomis. Pengelolaan Lahan dan tanaman cengkeh dari sebagai berikut :

1)    Penggemburan Tanah dan Sanitasi Kebun.

ü  tanaman cengkeh umur 1 – 5 tahun merupakan periode yang kritis, sekitar 10 – 30 % tanaman yang telah ditanam dilapangan mengalami kematian atau perlu diganti/disulam karena berbagai sebab, seperti hama penyakit, kekeringan, kalah bersaing dengan gulma, atau penyebab lainnya.

ü  Penggemburan tanah disekeliling tanaman didaerah sekitar perakaran di cangkul dangkal (± 10 cm) sekurangnya 2 kali setahun, pad awal dan akhir musim hujan sekaligus sebagai persiapan pemupukan.

ü  Gulma/alang-alang harus dibersihkan sampai akar-akarnya dengan cangkul/garpu atau dengan penyemprotan herbisida.

2)    Pengaturan Naungan

ü  Pada stadia awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan naungan yang cukup agar pertumbuhannya dapat optimal, berupa naungan buatan/sementara.

ü  Setelah tanaman cengkeh berumur 5 tahun naungan alami ( pohon peneduh ) sama sekali dihilangkan, karena tanaman sudah tahan terhadap semua pengaruh dari luar.

3)    Penyulaman

            Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan, yaitu untuk menghindari kematian tanaman karena kekurangan air.

ü  Bibit sulaman yang digunakan berasal dari sumber benih dan umur yang tidak jauh berbeda dengan tanaman yang telah ditanam.

4)    Penyiraman

üPada awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan kondisi tanah yang lembab, sehingga pada musim kemarau perlu adanya penyiraman.

üPada tanaman dewasa penyiraman kurang diperlukan lagi, kecuali pada kondisi iklim ekstrim kering.

5)     Pemasangan mulsa

ü  Untuk menjaga kelembaban tanah disekitar tanaman dan memberikan kondisi lebih baik bagi pertumbuhan akar.

ü  Dilakukan menjelang musim kemarau

6)    Pemupukan.

ü  Tujuan pemupukan adalah untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman dan meningkatnya produksi cengkeh setelah panen. Pemupukan tanaman cengkeh dilakukan

ü  Berdasarkan pola penyebaran akarnya, penempatan pupuk pada tanaman cengkeh dilakukan dibawah proyeksi tajuk dan bagian dalam tajuk.

ü  Jenis pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dan pupuk anorganik, baik tunggal maupun berupa pupuk majemuk dalam bentuk butiran maupun tablet, diberikan dalam 8 lubang tugal sedalam 10 – 15 cm. Pupuk tablet hanya diberikan setahun sekali, yaitu pada awal musim hujan

UMUR

PUPUK MAKRO

Urea

TSP

KCl

Dolomit

0,5

50

25

35

50

1

100

50

75

100

2

150

75

125

150

3

200

100

150

200

4

500

200

400

400

5

750

300

600

500

6

1000

400

800

750

7

1500

500

1000

1000

8

2200

600

1250

2000

9

2600

700

1500

2500

10

3000

800

1750

2900

11

3500

900

2000

3300

12

3500

900

2250

3800

Catatan :

ü  Bila diberikan dua periode pemberian pupuk pertama dilakukan awal musim hujan (September-Oktober) dan kedua pada akhir musim hujan (Maret-April).

ü  Siramkan SUPERNASA atau POWER NUTRITION dosis 1 sendok makan per 10 lt air per pohon setiap 3-6 bulan sekali.

ü  Semprotkan POC NASA dosis 3 – 4 tutup + HORMONIK dosis 1-2 tutup pertangki setiap 1-2 bulan sekali hingga umur 5 tahun.

d. Pengendalian Hama dan Penyakit

  1. Kutu daun ( Coccus viridis ) Bagian yang diserang : ranting muda, daun muda. Gejala : Pertumbuhan yang dihisapnya akan terhenti misal ranting mengering, daun dan bunga kering dan rontok. Pencegahan gunakan PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR.
  2. Penggerek ranting/batang (Xyleborus sp ) Bagian yang diserang : ranting/batang. Gejala : Liang gerekan berupa lubang kecil, serangan hebat menyebabkan ranting/batang menjadi rapuh dan mudah patah. Pengendalian : Pangkas ranting/batang yang terserang, pencegahan gunakan PESTONA atau Natural BVR.
  3. Kepik Helopeltis ( Helopeltis sp ) Bagian yang diserang : pucuk atau daun muda. Gejala : Biasanya pucuk akan mati dan daun muda berguguran. Pencegahan : Semprotkan Natural BVR atau PESTONA.
  4. Penyakit mati bujang ( bakteri Xylemlimited bacterium ).
    Bagian yang terserang : perakaran, ranting-ranting muda. Gejala : matinya ranting pada ujung-ujung tanaman. Gugurnya daun diikuti dengan matinya ranting secara bersamaan. Pengendalian : pengaturan drainase yang baik, penggemburan tanah, pencegahan kocorkan POC NASA + HORMONIK + NATURAL GLIO.
  5. Penyakit busuk akar (Pytium rhizoctonia dan Phytopthora )
    Bagian yang diserang : perakaran. Gejala : pada pembibitan tanaman mati secara tiba-tiba, pada tanaman dewasa daun mengering mulai dari ranting bagian bawah. Pengendalian : bila serangan telah ganas maka tanaman yang terserang dibongkar dan dimusnahkan, lubang bekas tanaman berikan tepung belerang 200 gr secara merata, isolasi tanaman atau daerah yang terserang dengan membuat saluran isolasi, perbaiki drainase, gunakan Natural GLIO pada awal penanaman untuk pencegahan.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan perekat perata pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol/tangki.

e. Panen

Cengkeh dapat mulai dipanen mulai umur tanaman 4,5 – 6,5 tahun, untuk memperoleh mutu yang baik bunga cengkih dipetik saat matang petik, yaitu saat kepala bunga kelihatan sudah penuh tetapi belum membuka. Matang petik setiap tanaman umumnya tidak serempak dan pemetikan dapat diulangi setiap 10-14 hari selama 3-4 bulan. Bunga cengkeh dipetik per tandan tepat diatas buku daun terakhir.

f. Penanganan Pasca Panen

ü  Sortasi buah. Lakukan pemisahan bunga dari tangkainya dan tempatkan pada tempat yang berbeda.

ü  Pemeraman. Pemeraman dilakukan selama 1 hari ini dilakukan untuk memperbaiki warna cengkih menjadi coklat mengkilat.

ü  Pengeringan. Pengeringan dapat dilakukan dengan mesin pengering yang menggunakan kayu bakar atau bahan bakar minyak.Dapat juga dikeringkan dengan cara alami yaitu pengeringan dengan matahari pada lantai beton agar kadar air menjadi 12-14%, dan dapat disimpan dan aman dari jamur.

ü  Sortasi. Pada tahap ini cengkeh dipisahkan dari kotoran dengan cara ditampi. Kemudian cengkeh yang sudah bersih dimasukan pada karung dan dijahit.

(AnonymousB ,2012)

2.  Identifikasi dan analisis permasalahan system budidaya cengkeh dari praktek-praktek  petani  selama  ini  guna  menuju  pengembangan  pertanian  berbasis ekologi?

ü  Budidaya Cengkeh di DAS Sungai Konto

Kali Konto yang bersumber dari Gunung Kawi adalah sungai strategis yang masuk dalam Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Sumber Kali Konto juga berasal dari mata air yang terletak didesa-desa di kaki gunung Kawi yang terletak kurang lebih 1000 dpl memiliki 44 mata air. Sayangnya selama ini pengelolaan dan pengawasan kualitas airnya belum dilakukan secara maksimal. Sehingga menyebabkan proses irigasi untuk tanaman cengkeh kurang baik.

ü  Kecilnya skala Usaha Tani.

Penanaman cenkgkeh di daerah aliran sungai konto masih sangat kecil sekali Usaha tani, sehingga menyebabkan kurangnya efisien produksi. Selain itu kemampuan petani untuk membiayai usahataninya sangat terbatas sehingga produktivitas yang dicapai masih di bawah produktivitas potensial. Mengingat keterbatasan petani dalam permodalan tersebut dan rendahnya aksesibilitas terhadap sumber permodalan formal.

ü  Kurangnya Rangsangan.

Perasaan ketidakmerataan dan ketidakadilan akses pelayanan usahatani kepada penggerak usahatani (access to services) untuk petani cengkeh didaerah DAS sungai Konto sebagai akibat kurang diperhatikannya rangsangan bagi penggerak usahatani tersebut dalam tumbuhnya lembaga-lembaga sosial (social capital). Kurangnya rangsangan menyebabkan tidak adanya rasa percaya diri (self reliances) pada petani pelaku usahatani akibat kondisi yang dihadapi.

ü  Masalah Transformasi dan Informasi.

Pelayanan publik bagi adaptasi transformasi dan informasi terutama untuk petani pada kenyataannya sering menunjukkan suasana yang mencemaskan. Disatu pihak memang terdapat kenaikan produksi, tetapi di lain pihak tidak dapat dihindarkan akan terjadinya pencemaran lingkungan, yaitu terlemparnya tenaga kerja ke luar sektor pertanian yang tidak tertampung dan tanpa keahlian dan ketrampilan lain. Dapat juga terjadi ledakan hama tanaman karena terganggunya keseimbangan lingkungan dan sebagainya akibat dari kurangnya informasi.

ü  Luasan Usaha yang Tidak Menguntungkan.

Secara klasik sering diungkapkan bahwa penyebab utama ketimpangan pendapatan dalam pertanian adalah ketimpangan pemilikan tanah. Hal ini adalah benar, karena tanah tidak hanya dihubungkan dengan produksi, tetapi juga mempunyai hubungan yang erat dengan kelembagaan, seperti bentuk dan birokrasi dan sumber-sumber bantuan teknis, juga pemilikan tanah mempunyai hubungan dengan kekuasaan baik di tingkat lokal maupun di tingkat yang lebih tinggi. Luas lahan perkebunan cendrung berkurang setiap tahunnya akibat adanya alih fungsi lahan yang menganggap prodiktifitas cengkeh kurang menguntungkan para petani.

ü  Belum Mantapnya Sistem dan Pelayanan Penyuluhan

Banyak petani yang belum menerima sebuah inovasi untuk mengembangkan dan meningkatkan budidaya pertanian, karena para penyuluh yang belum mencukupi jumlahnya. Peran penyuluh pertanian dalam pembangunan masyarakat pertanian sangatlah diperlukan. Dalam arti bahwa peran penyuluh pertanian tersebut bersifat ‘back to basic’, yaitu penyuluh pertanian yang mempunyai peran sebagai konsultan pemandu, fasilitator dan mediator bagi petani.

ü   Lemahnya Tingkat Teknologi.

Produktifitas tenaga kerja yang relatif rendah (productive and remmunerative employment) merupakan akibat keterbatasan teknologi, keterampilan untuk pengelolaan sumberdaya yang effisien.

ü  Aspek sosial dan ekonomi, yang berkaitan dengan kebijakan bagi petani

Permasalahan sosial yang juga menjadi masalah usahatani di Indonesia yaitu masalah-masalah pembangunan pertanian di negara-negara yang sedang berkembang bukan semata-mata karena ketidaksiapan petani menerima inovasi, tetapi disebabkan oleh ketidakmampuan perencana program pembangunan pertanian menyesuaikan program-program itu dengan kondisi dari petani-petani yang menjadi “klien” dari program-program tersebut. Kemiskinan adalah suatu konsep yang sangat relatif, sehingga kemiskinan sangat kontekstual.

ü  Fluktuasi Harga

Harga hasil pertanian sering berfluktuasi dan menjadi sangat rendah terutama pada saat panen raya. Sehingga menyebabkan pendapatan petani rendah dan biaya produksi yang dikeluarkan tidak dapat ditutupi dengan pendapatan yang diperoleh. Sehingga petani tanaman cengkeh menderita kerugian dan factor ini yang menyebabkan petani cengkeh beralih menjadi petani padi atau yang lain.

ü  Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Adanya serangan OPT pada setiap musim tanam yang menghambat usaha peningkatan dan pengamanan produksi tanaman perkebunan. Tingkat serangan OPT masih cukup tinggi, hal ini sangat berpengaruh dalam upaya peningkatan produksi perkebunan khususnya pada tanaman cengkeh.

ü  Tenaga Kerja Terbatas

Keterbatasan tenaga kerja khususnya pada saat panen raya dan ketergantungan terhadap tenaga kerja dari luar.

ü  Iklim

Akibat iklim yang tidak bisa diprediksi membuat tanaman cengkeh tidak mampu tumbuh dengan baik sekaligus menyebabkan tingkat hasil panen tidak mencapai apa yang sudah ditargetkan.

ü  Aspek Pemasaran

Dalam kelompok tani cengkeh ini belum memiliki sistem pemasaran yang memadai. Hanya ada tengkulak yang membeli hasil pertanian cengkeh dengan harga yang sangat murah dari petani. Hal ini dimungkinkan adanya manipulasi dititik tengkulak, yang membeli produk dari petani dengan harga murah namun menjualnya ke prusahaan dengan harga yang lebih mahal.

(Fadholi, 2013)

  1. Jelaskan bagaimana petani menyelesaikan masalah tersebut selama ini!

ü  Budidaya Cengkeh di DAS Sungai Konto

Pengelolaan dan pengawasan kualitas airnya belum dilakukan secara maksimal. Sehingga menyebabkan proses irigasi untuk tanaman cengkeh kurang baik. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya daerah resapan air, karena di sekitar DAS Konto telah banyak mengalami alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan lainnya. Sehingga agar debit air dapat memenuhi irigasi pertanian maka dapat dilakukan berbagai upaya pengelolaan DAS Konto oleh masyarakat setempat dibantu dengan elemen-elemen pemerintah seperti pembuatan peraturan tentang dilarangnya melakukan alih fungsi lahan hutan sebagai daerah resapan air. Sehingga dengan adanya pengelolaan DAS Terpadu maka kualitas dan kuantitas air dapat terjaga.

ü  Kecilnya skala Usaha Tani.

Untuk mengatasi kecilnya skala usaha tani maka perlu dilakukan pengembangan dan mempertahankan beberapa penyerapan input produksi biaya rendah (Low cost production) yang sudah berjalan ditingkat petani. Selain itu, penanganan pasca panen dan pemberian kredit lunak serta bantuan langsung dari masyarakat kepada petani sebagai pembiaayan usaha tani memang sudah sepantasnya terlaksana

ü  Kurangnya Rangsangan.

Kurangnya rangsangan menyebabkan tidak adanya rasa percaya diri (self reliances) pada petani pelaku usahatani akibat kondisi yang dihadapi. Sebaiknya, untuk menghasilkan output seperti yang diharap, penggerak usahatani seperti petani berhak mendapat pengetahuan atau rangsangan yang lebih terhadap tumbuhnya lembaga-lembaga yang merupakan salah satu jalan usahatani dapat berkembang dan berjalan dengan baik.

ü  Masalah Transformasi dan Informasi.

Pelayanan publik bagi adaptasi transformasi dan informasi terutama untuk petani pada kenyataannya sering menunjukkan suasana yang mencemaskan. Untuk mengatasi masalah transformasi dan informasi maka dapat dilakukan upaya melalui program kemitraan terhadap perusahaan yang nantinya akan menggunakan cengkeh ini.

ü  Luasan Usaha yang Tidak Menguntungkan.

Penyebab utama ketimpangan pendapatan dalam pertanian adalah ketimpangan pemilikan tanah. Luas lahan perkebunan cendrung berkurang setiap tahunnya akibat adanya alih fungsi lahan yang menganggap prodiktifitas cengkeh kurang menguntungkan para petani. Karena cengkeh merupakan bahan baku rokok yang notabene dapat menghasilkan keuntungan yang banyak bagi petani dan perusahaan, sehingga harus dilakukan upaya untuk pencegahan adanya alih fungsi lahan pertanian. Seperti pembuatan peraturan oleh elemen pemerintah setempat terhadap alih fungsi lahan pertanian. Sehingga masayarakat setempat tetap dapat memproduksi tanaman cengkeh.

ü  Belum Mantapnya Sistem dan Pelayanan Penyuluhan

Dalam perspektif jangka panjang para penyuluh pertanian tidak lagi merupakan aparatur pemerintah, akan tetapi menjadi milik petani dan lembaganya. Untuk itu maka secara gradual dibutuhkan pengembangan peran dan posisi penyuluh pertanian yang antara lain mencakup diantaranya penyedia jasa pendidikan (konsultan) termasuk di dalamnya konsultan agribisnis, mediator pedesaan, pemberdaya dan pembela petani, petugas profesional dan mempunyai keahlian spesifik

ü  Lemahnya Tingkat Teknologi.

Produktifitas tenaga kerja yang relatif rendah (productive and remmunerative employment) merupakan akibat keterbatasan teknologi, keterampilan untuk pengelolaan sumberdaya yang efisien. Sebaiknya dalam pengembangan komoditas cengkeh diperlukan perbaikan dibidang teknologi. Seperti contoh teknologi budidaya, teknologi penyiapan sarana produksi terutama pupuk dan obat-obatan serta pemacuan kegiatan diversifikasi usaha yang tentunya didukung dengan ketersediaan modal.

ü  Aspek sosial dan ekonomi, yang berkaitan dengan kebijakan bagi petani

Kemiskinan adalah suatu konsep yang sangat relatif, sehingga kemiskinan sangat kontekstual. Agar bantuan menjadi lebih efektif untuk memperkuat perekonomian petani-petani miskin, pertama-tama haruslah menemukan di mana akar permasalahan itu terletak, disamping akar permasalahan itu sendiri. Sehngga dapat dilakukan dengan cara pertemuan besar oleh elemen masyarakat.

ü  Fluktuasi Harga

Untuk mengatasi permasalahan fluktuasi harga cengkeh maka dapat dilakukan melalui kemitraan dengan perusahaan, seperti perusahaan rokok yang notabene membutuhkan tanaman cengkeh sebagai bahan baku pembuatan rokok.

ü  Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Serangan hama dan penyakit sangat berpengaruh terhadap produksi tanaman cengkeh. Penurunan produksi cengkeh akibat serangan hama dapat mencapai 10-25%. Serangan hama dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu, produksi menurun bahkan kematian tanaman. Untuk mengurangi kehilangan hasil akibat serangan hama dan penyakit maka upaya pengendaliannya sangat diperlukan Pengendalian perlu dilakukan untuk mencegah meluasnya serangan hama dan pengendalian penggerek memerlukan teknik tersendiri, karena larva berada dalam batang. Beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam upaya pengendalian hama terpadu penggerek batang cengkeh adalah:

  1. Sanitasi kebun

Tumbuhan cengkeh akan tumbuh dengan baik apabila cukup air dan mendapat sinar matahari langsung. Di Indonesia, Cengkeh cocok ditanam baik di daerah daratan rendah dekat pantai maupun di pegunungan pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut.

  1. Penggunaan varietas tahan
  2. Monitoring hama secara teratur
  3. Melakukan pengendalian secara:
  • Mekanis: Memusnahkan telur penggerek dengan mencari secara langsung atau menutup lubang gerekan dengan pasak kayu atau tanah liat.
  • Pestisida nabati. Pestisida nabati salah satunya dapat dati minyak cengkeh sendiri yang secara alami dapat mengendalikan hama yang menyerang cengkeh.

ü  Tenaga Kerja Terbatas

Usaha yang ditempuh untuk mengatasi masalah keterbatasan tenaga kerja dan permodalan adalah melalui pengadaan alsintan terutama yang berkaitan dengan penanganan pasca panen dan pemberian kredit lunak serta bantuan langsung masyarakat kepada petani/kelompok tani.

ü  Iklim

Sifat iklim sangat menentukan keberhasilan dalam budidaya cengkeh ini. Tanaman cengkeh tidak tahan dengan kekeringan, karena kekeringan pada pohon cengkeh dapat mengakibatkan kematian (pada pohon muda 1 – 2 tahun), mati ranting (pada pohon dewasa), kurang produktif (pohon yang sudah tua). Sehingga cengkeh sebaiknya ditanam pada iklim tropis yaitu dengan temperatur harian yang baik untuk tanaman ini antara 650 F sampai 850 F. Cengkeh dapat tumbuh pada dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 900 m dpl. Curah hujan yang dikehendaki merata sepanjang tahun, dari 12 bulan dalam setahun 9 bulan dikehendaki bulan-bulan basah dan 3 bulan kering. Pada bulan kering ini dikehendaki curah hujannya 60-80 mm. Curah hujan per tahun yang dikehendaki antara 2000-6000mm. Tumbuh baik pada tanah gembur dengan pH 4,5.

ü  Aspek Pemasaran

Dalam kelompok tani cengkeh ini belum memiliki sistem pemasaran yang memada. Hanya ada tengkulak yang membeli hasil pertanian cengkeh dengan harga yang sangat murah dari petani. Oleh karena itu harus dilakukan program kemitraan oleh petani cengkeh dengan perusahaan seperti perusahaan rokok. Sehingga petani cengkeh tak lagi harus menjual hasil pertaniannya ke tengkulak.

 

 ( AnonymousC, 2013 )

 

  1. Lakukan kajian paling tidak dari Buku: “Building Soils For Better Crops: Sustainable Soil Management” by Fred Magdoff and Harold van Es (terlampir dalam tugas ini: yang di posting di e-learning Pertanian Berlanjut web Jurusan Tanah) atau literatur lainnya. Untuk memberikan solusi masalah-masalah yang terjadi / dialami petani saat ini?

Dalam agroforestri tanaman cengkeh di Indonesia terdapat masalah-masalah yang dihadapi petani, diantaranya :

  1. Bentuk lahan perbukitan DAS Kalikonto kebanyakan ialah Hutan alami terganggu yang telah rusak parah
  2. Tanaman tahunan pada agroforestry DAS Kalikonto ialah kopi
  3. Tanaman cengkeh di Indonesia banyak yang sudah tua dan rusak sehingga tidak produktif lagi ditambah dengan serangan hama penyakit serta belum adanya bibit unggul
  4. Perubahan iklim global menyebabkan produktifitas tanaman cengkeh menurun

Solusi yang ada untuk mengatasi permasalahan diatas, antara lain dengan :

  1. Upaya untuk meningkatkan produktifitas cengkeh yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani, maka pada tahun 2012 dialokasikan anggaran untuk rehabilitasi tanaman cengkeh. Rehabilitasi tanaman cengkeh adalah kegiatan peningkatan produktivitas melalui tindakan-tindakan penggantian seluruh tanaman cengkeh yang tidak produktif atau sebagian dari populasi dalam areal tertentu sesuai standar teknis dengan klon-klon unggul.
  2. Tanaman cengkeh cocok ditanam di daerah lahan perbukitan pada DAS Kalikonto, tetapi jenis tanahnya mollisol yang mempunyai pH netral sampai basa sedangkan tanaman cengkeh cocok di iklim dengan pH 4,5 sehingga perlu dilakukan pengapuran agar tanah menjadi netral
  3. Di daerah DAS Kalikonto hulu daerah perbukitan, salah satunya merupakan daerah hutan alami terganggu yang telah rusak parah karena aktifitas penebangan liar masyarakat, solusinya ialah Penanaman Leguminoceae dan Albizia sp. ini harus diikuti dengan penanaman spesies lokal, sehingga nantinya masih ada hutan alam yang utuh. Caranya dengan mengerahkan masyarakat untuk mencari bibit lokal, mempercepat pembibitan pada musim penghujan disamping menanam Leguminosae dan Albizia sp. Ini harus secepatnya dilakukan jangan sampai tanah terbuka pada musim penghujan karena akan mengakibatkan terjadinya erosi sehingga lama-lama tanah akan miskin unsur hara.
  4. Untuk bentuk lahan agroforestri pada DAS Kalikonto hampir semua lahannya ditanami tanaman kopi, tidak ada yang ditanami tanaman cengkeh, maka jika akan menanam cengkeh perlu budidaya scara intensif agar dapat berkembang dan petani diberikan pengetahuan yang cukup tentang budidaya tanaman cengkeh secara benar

(Kementerian Pertanian, 2012)

  1. Tetapkan dan rancang kegiatan-kegiatan perbaikan habitat pertanaman baik diatas dan didalam tanah?

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk memperbaiki tanah. a. Metode mekanik/ sipil teknik yaitu suatu bentuk metode konservasi tanah dengan menggunakan sarana fisik (tanah, batu, dan lain-lain) sebagai sarana bangunan konservasi tanah. Metode ini berfungsi untuk : (a) memperlambat aliran permukaan, (b) menampung dan menyalurkan aliran permukaan dengan kekuatan yang tidak merusak. Beberapa cara yang diajurkan untuk mewujudkan metode ini adalah

ü  Pengolahan tanah minimum : Dengan adanya pengolahan tanah secara minimum akan memperbaiki struktur tanah melalui peningkatan pori makro. Proses ini terjadi karena dengan minimum pengolahan atau bahkan tanpa adanya olah tanah, fauna (hewan) tanah seperti cacing menjadi aktif.

ü  Pengolahan tanah menurut kontur

ü  Pembuatan guludan dan teras

ü  Pembuatan terjunan air

ü  Pembuatan rorak/ saluran buntu : Rorak adalah lubang-lubang buntu dengan ukuran tertentu yang dibuat pada bidang olah dan sejajar dengan garis kontur.Fungsi rorak adalah untuk menjebak dan meresapkan air ke dalam tanah serta menampung sedimen-sedimen dari bidang tanah.

b. Metode vegetatif yaitu suatu metode konservasi tanah dengan menggunakan tanaman atau tumbuhan dan seresah untuk mengurangi daya rusak hujan yang jatuh, mengurangi jumlah dan daya rusak aliran permukaan erosi.

Metode ini berfungsi:

  • Melindungi tanah terhadap daya rusak butir-butir hujan yang jatuh
  • Melindungi tanah terhadap daya perusahaan aliran air
  • Memperbaiki kapasitas infiltrasi tanah dan penahan air yang mempengaruhi besarnya aliran permukaan
  • Memperbaiki struktur dan kesuburan tanah.

Beberapa cara yang digunakan dalam metode ini yaitu sistem pertanaman lorong, strip rumput, tanaman penutup tanah, teras gulud, teras bangku, rorak, embung, mulsa, dan dam parit. Tanaman penutup tanah adalah tumbuhan atau tanaman yang khusus ditanaman untuk melindungi tanah dari ancaman kerusakan oleh erosi dan atau untuk memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah. Tanaman penutup tanah berperan :

  • Menahan atau mengurangi daya perusak butir-butir hujan yang jatuh dan aliran air di atas permukaan tanah
  • Menambah bahan organik tanah melalui batang, ranting, dan daun mati yang jatuh
  • Melakukan transpirasi, yang mengurangi kandungan air tanah.

Peranan tanaman penutup tanah tersebut menyebabkan berkurangnya kekuatan dispersi air hujan, mengurangi jumlah serta kecepatan aliran permukaan dan memperbesar infiltrasi air ke dalam tanah sehingga mengurangi erosi. Selain itu banyak tumbuhan yang termasuk dalam tumbuhan pengganggu atau tidak disukai yang dapat berfungsi sebagai penutup tanah atau pelindung tanah terhadap ancaman erosi. Gulma umumnya menjadi masalah utama dalam pertanian. Para petani biasanya membersihkan seluruh atau sebagian gulma dengan menggunakan koret (sejenis cangkul kecil). Pembersihan dengan cara ini dapat memicu terbukannya permukaan tanah yang mengawali terjadinya erosi, terutama di sebagian area kebun untuk menghalangi terjadinya erosi. Aktivitas pembersihan gulma ini menuntut alokasi waktu, tenaga, bahkan biaya untuk upah jika menggunakan jasa orang lain.

c. metode kimia dimaksudkan untuk memperbaiki struktur tanah melalui pemberian bahan kimia tanah (soil conditioner).Bahan kimia sebagai soil conditioner mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap stabilitas agregat tanah. Pengaruhnya berjangka panjang karena senyawa tersebut tahan terhadap mikroba tanah. Permeabilitas tanah dipertinggi dan erosi tanah berkurang. Bahan tersebut juga memperbaiki pertumbuhan tanaman semusim pada tanah liat yang berat. Bahan-bahan pemantap tanah bagi lahan-lahan pertanian dan perkebunan yang baru dibuka sesungguhnya sangat diperlukan mengingat :

ü  Lahan-lahan bukaan baru kebanyakan masih merupakan tanah-tanah virgin yang memerlukan banyak perlakuan agar dapat didayagunakan dengan efektif.

ü  Pada waktu penyiapan lahan tersebut telah banyak unsur-unsur hara yang terangkat.

ü  Pengerjaan lahan tersebut menjadi lahan yang siap untuk kepentingan perkebunan, menyebabkan banyak terangkat atau rusaknya bagian top soil, mengingat pekerjaannya menggunakan peralatan-peralatan berat seperti traktor, bulldozer, dan alat-alat berat lainnya.

ü  Pada waktu penyiapan lahan tersebut telah banyak unsur-unsur hara yang terangkat, sehingga perlu adanya pasokan unsur hara tambahan.

ü  Pengerjaan lahan tersebut menjadi lahan yang siap karena penambahan bahan kimia, sehingga tanah menjadi subur.

Namun teknik konservasi dengan kimiawi jarang digunakan petani jika dibandingkan dengan cara konservasi mekanik ataupun vegetasi, terutama karena keterbatasan modal, sulit pengadaannya serta hasilnya tidak jauh beda dengan penggunaan bahan-bahan alami. Selain itu sebagian tanah sensitif terhadap penggunaan bahan-bahan kimia, dengan penggunaannya yang dilakukan terus-menerus maka tanah tersebut tidak akan produktif.

( Dianda, 2011)

 

  1. Tetapkan teknologi apa yang bisa ditawarkan, bagaimana dan dimana teknologi tersebut sebaiknya diterapkan guna mencapai sasaran hasil tanaman (atau usaha lain) yang optimal dan berkualitas dengan memberikan dampak lingkungan positif yang tinggi dan dampak negatif yang rendah ?

Teknologi yang bisa ditawarkan adalah dengan menggunakan teknologi berbasis system pertanian berlanjut, pertanian berkelanjutan didefinisikan sebagai pengelolaan sumber daya yang berhasil untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang berubah, sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumber daya alam. Konsep  pertanian  berkelanjutan  tersebut :

ü  Organic Farming  (Pertanian Organik)

ü  Ecological Farming (Pertanian Ekologi)

ü  Biological Farming (Pertanian Biologis)

ü  Alternative Farming (Pertanian Alternatif)

ü  Nature Farming (Pertanian Alami)

ü  Integrated Farming (Pertanian Terpadu)

ü  Regenerative Farming  (Pertanian dengan sistem regenerasi) 

ü  Low-External  Input  Farming  (Pertanian  dengan  penggunaan  input-luar yang rendah)

ü  Balance-Input Farming (Pertanian dengan penggunaan input berimbang)

ü  Precision Farming (Pertanian “tepat”)

ü  “Wise-use” of Input Farming (Pertanian dengan pemanfaatan limbah)

Pengertian Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang bertujuan untuk tetap menjaga keselarasan (harmoni) dengan sistem alami, dengan memanfaatkan dan mengembangkan semaksimal   mungkin   proses-proses   alami   dalam   pengelolaan  usaha   tani (Kasumbogo Untung, 1997). Suatu sistem   pertanian yang tidak menggunakan bahan kimia buatan; mewujudkan sikap dan perilaku  hidup yang menghargai alam; dan berkeyakinan bahwa kehidupan adalah anugerah yang harus dilestarikan.(Joko Prayogo, 1999).

  1. Pertanian dalam arti luas termasuk didalamnya : Pertanian tanaman, peternakan dan perikanan.
  2. Pertanian tanaman : Kelompok tanaman pangan, tanaman perkebunan, tanaman
  3. Hortikultura. Beberapa aspek dalam budidaya  sistem pertanian organik pada tanaman cengkeh adalah:

ü  Pemeliharaan  kesuburan tanah  antara lain:

  • Siklus  N dan siklus C
  • Memelihara biota dalam tanah : cacing, mikroorganisme
  • Meminimalkan “beban tanah” yang dapat menyebabkan erosi (air, angin, hasil perbuatan manusia)
  • Melakukan pengomposan dan melakukan pemulsaan

ü  Keseimbangan Ekosistem Pertanian

Ekosisitem  pertanian  adalah  jaringan  /  hubungan  / komplek     pada  lingkungan pertanian, yaitu antara tumbuhan, hewan , manusia dan bentuk kehidupan lain. Hubungan tersebut antara lain dapat berupa rantai makanan sebagai berikut :

Manusia                                                        Tumbuhan

 

   

 Hewan

Keanekaragaman  hayati  adalah  gabungan  antara  sejumlah  jenis  dan sejumlah individu  mahluk hidup dalam suatu komunitas. Keanekaragaman hayati berkaitan dengan  semua  species  tanaman, binatang  dan  mikroorganisme  yang  berinteraksi dengan ekosistem setempat.

  • Keanekaragaman tanaman, tingkat keanekaragaman tanaman dalam ekosistem pertanian tergantung pada :

ü  Keanekaragaman vegetasi di dalam dan di sekitar ekosistem pertanian

ü  Macam / jenis tanaman yang dikelola dan Intensitas pengelolaan

ü  Luasan pemisahan ekosistem pertanian yang dikelola.

  • Keseimbangan Serangga Hama dan Musuh Alami:

Serangga hama dan musuh alami merupakan bagian keanekaragaman hayati. Spesies serangga menguntungkan mengendalikan serangga hama sebagai : predator, parasit dan parasitoid

Gangguan pada keseimbangan hayati dapat disebabkan oleh:

ü  Penggunaan pestisida / herbisida, pencemaran atmosfer, pencemaran tanah dan air.

ü  Teknik budidaya tanaman

ü  Pada persiapan benih, Benih berasal dari pertumbuhan tanaman yang alami

ü  Pada kegiatan pengolahan tanah, memperkecil kerusakan tanah oleh traktor; pengolahan tanah minimum, memacu perkembangbiakan organisme tanah, menjaga aerasi tanah tetap baik

ü  Pada kegiatan penanaman, memperhatikan kombinasi tanaman dalam satu luasan lahan tertentu atau biasa dikenal dengan tumpang sari; menanam tanaman sisipan dan tanaman pendamping; menanam tanaman pagar, penolak hama, penarik hama; tanaman pupuk hijau; pestisida hayati.

ü  Pada kegiatan pengairan, menggunakan air bebas bahan kimia sintetik

ü  Pada kegiatan pemupukan, menggunakan pupuk organic

ü  Pada pengendalian hama penyakit dan gulma, harus berdasarkan keseimbangan alami; penggunaan pestisida hayati.

(AnonymousD, 2013)

 

  1. 7.    Tetapkan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakuan dalam mengkonservasi biodiversitas dengan memperhatikan sepuluh prinsip konservasi biodiversitas dalam landscape pertanian di buku “Farming with Nature” (hal 158) yang ringkasnya tersaji di Tabel 3.

Metode yang kerap diterapkan petani pada konservasi pertanian antara lain metode vegetatif dan metode sipil teknis.Metoda vegetatif yaitu metoda konservasi dengan menanam berbagai jenis tanaman seperti tanaman penutup tanah, tanaman penguat teras, penanaman dalam strip, pergiliran tanaman serta penggunaan pupuk organik dan mulsa.

  1. Pendekatan Vegetatif
  • Melakukan Sistem Pertanaman Lorong

Sistem pertanaman lorong ialah suatu sistem di mana tanaman pangan ditanam pada lorong di antara barisan tanaman pagar.Sangat bermanfaat dalam mengurangi laju limpasan permukaan dan erosi, dan merupakan sumber bahan organik dan hara terutama N untuk tanaman lorong.Teknik budidaya lorong telah lama dikembangkan dan diperkenalkan sebagai salah satu teknik konservasi tanah dan air untuk pengembangan sistem pertanian berkelanjutan pada lahan kering di daerah tropika basah, namun belum diterapkan secara meluas oleh petani.

  • Melakukan Sistem Pertanaman Strip Rumput

Sistem Pertanaman Strip Rumput ialah sistem pertanaman yang hampir sama dengan pertanaman lorong, tetapi tanaman pagarnya adalah rumput. Strip rumput dibuat mengikuti kontur dengan lebar strip 0,5 m atau lebih. Semakin lebar strip semakin efektif mengendalikan erosi. Sistem ini dapat diintegrasikan dengan ternak.Penanaman Rumput Makanan Ternak didalam jalur/strip.Penanaman dilakukan menurut garis kontur dengan letak penanaman dibuat selang-seling agar rumput dapat tumbuh baik, usahakan penanamannya pada awal musim hujan.Selain itu tempat jalur rumput sebaiknya ditengah antara barisan tanaman pokok.

  • Melakukan Tanaman Penutup Tanah

Merupakan tanaman yang ditanam tersendiri atau bersamaan dengan tanaman  pokok.. Tanaman penutup tanah berperan: (1) menahan atau mengurangi daya perusak butir-butir hujan yang jatuh dan aliran air di atas permukaan tanah, (2) menambah bahan organik tanah melalui batang, ranting dan daun mati yang jatuh, dan (3) melakukan transpirasi, yang mengurangi kandungan air tanah. Peranan tanaman penutup tanah tersebut menyebabkan berkurangnya kekuatan dispersi air hujan, mengurangi jumlah serta kecepatan aliran permukaan dan memperbesar infiltrasi air ke dalam tanah, sehingga mengurangi erosi.

  • Memberi Mulsa

Mulsa ialah bahan-bahan (sisa-sisa panen, plastik, dan lain-lain) yang disebar atau digunakan untuk menutup permukaan tanah. Bermanfaat untuk mengurangi penguapan (evaporasi) serta melindungi tanah dari pukulan langsung butir-butir hujan yang akan mengurangi kepadatan tanah. Macam Mulsa dapat berupa, mulsa sisa tanaman, lembaran plasti dan mulsa batu.Mulsa sisa tanaman ini terdiri dari bahan organik sisa tanaman (jerami padi, batang jagung), pangkasan dari tanaman pagar, daun-daun dan ranting tanaman.Bahan tersebut disebarkan secara merata di atas permukaan tanah setebal 2-5 cm sehingga permukaan tanah tertutup sempurna.

  • Pengelompokan tanaman dalam suatu bentang alam (landscape)

Pengelompokan tanaman dalam suatu bentang alam (landscape) mengikuti kebutuhan air yang sama, sehingga irigasi dapat dikelompokkan sesuai kebutuhan tanaman. Teknik ini dilakukan dengan cara mengelompokkan tanaman yang memiliki kebutuhan air yang sama dalam satu landscape. Pengelompokkan tanaman tersebut akan memberikan kemudahan dalam melakukan pengaturan air. Air irigasi yang dialirkan hanya diberikan sesuai kebutuhan tanaman, sehingga air dapat dihemat.Hal ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam pemberian air irigasi yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat hemat air.

  • Penyesuaian jenis tanaman dengan karakteristik wilayah.

Teknik konservasi air ini dilakukan dengan cara mengembangkan kemampuan dalam menentukan berbagai tanaman alternatif yang sesuai dengan tingkat kekeringan yang dapat terjadi di masing-masing daerah. Sebagai contoh, tanaman jagung yang hanya membutuhkan air 0,8 kali padi sawah akan tepat jika ditanam sebagai pengganti padi sawah untuk antisipasi kekeringan Pada daerah hulu DAS yang merupakan daerah yang berkelerengan tinggi, tanaman kehutanan menjadi komoditas utama.

  1. Pendekatan Sipil Teknis
  • Pembuatan teras pada lahan dengan lereng yang curam.

Pembuatan teras dilakukan, jika budidaya tanaman dilakukan pada lahan dengan kemiringan > 8%.Namun demikian, budidaya tanaman semusim sebaiknya menghindari daerah berlereng curam. Jenis-jenis teras untuk konservasi air juga merupakan teras untuk konservasi tanah, antara lain: teras gulud, teras buntu (rorak), teras kredit, teras individu, teras datar, teras batu, teras bangku, SPA, dan hillside ditches.

  • Wind break

Wind break dibuat untuk mengurangi kecepatan angin sehingga mengurangi kehilangan air melalui permukaan tanah dan tanaman selama irigasi (evapotranspirasi).

  • Pemanenan Air hujan

Pemanenan air hujan merupakan salah satu alternatif dalam menyimpan air  hujan pada musim penghujan, dan untuk dapat digunakan pada musim kemarau.

  • Teknik pemanenan air yang telah dilakukan di Indonesia, antara lain embung dan channel reservoir. Embung merupakan suatu bangunan konservasi air yang berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan air limpahan atau rembesan di lahan sawah tadah hujan berdrainase baik.Teknik konservasi air dengan embung banyak diterapkan di lahan tadah hujan bercurah hujan rendah.
  • Dam Parit : adalah suatu cara mengumpulkan atau membendung aliran air pada suatu parit dengan tujuan untuk menampung aliran air permukaan, sehingga dapat digunakan untuk mengairi lahan di sekitarnya. Dam parit dapat menurunkan aliran permukaan, erosi, dan sedimentasi (Dianda, 2011).
  1. Mencegah kerusakan, frakmentasi atau degradasi yang lebih lanjut dari petak habitat alami dalam landscape pertanian. Erosi di daerah tropika basah dengan berbagai fenomena yang bertalian erat dengannya seperti penurunan produktivitas tanah, sedimentasi, banjir, kekeringan, termasuk jenis kerusakan DAS yang memerlukan penanganan segera dengan menggunakan teknologi yang telah dikuasai maupun teknologi baru, agar degradasi lingkungan tidak berlanjut mencapai tingkat yang gawat. Dampak negatif erosi terjadi pada dua tempat yaitu pada tanah tempat erosi terjadi, dan pada tempat sedimen diendapkan. Kerusakan utama yang dialami pada tanah tempat erosi terjadi adalah kemunduran kualitas sifat-sifat biologi, kimia, dan fisik tanah. Kemunduran kualitas tanah tersebut dapat berupa kehilangan keanekaragaman hayati, unsur hara dan bahan organik yang terbawa oleh erosi, tersingkapnya lapisan tanah yang miskin hara dan sifat-sifat fisik yang menghambat pertumbuhan tanaman, menurunnya kapasitas infiltrasi dan kapasitas tanah menahan air, meningkatnya kepadatan tanah dan ketahanan penetrasi serta berkurangnya kemantapan struktur tanah. Hal tersebut pada akhirnya berakibat pada memburuknya pertumbuhan tanaman, menurunnya produktivitas tanah atau meningkatnya pasokan yang dibutuhkan untuk mempertahankan produksi. Memburuknya sifat-sifat biologi, kimia dan fisik tanah serta menurunnya produktivitas tanah sejalan dengan semakin menebalnya lapisan tanah yang tererosi (Sudirman et al 1986). Berkurangnya infiltrasi air ke dalam tanah yang mengalami erosi di bagian hulu DAS menyebabkan pengisian kembali (recharge) air di bawah tanah (ground water) juga berkurang yang mengakibatkan kekeringan di musim kemarau. Dengan demikian terlihat bahwa peristiwa banjir dan kekeringan merupakan fenomena ikutan yang tidak terpisahkan dari peristiwa eropsi. Bersama dengan sedimen, unsur-unsur hara terutama N dan P serta bahan organic pun banyak yang ikut terbawa masuk ke dalam waduk atau sungai (Sinukaban 1981). Hal ini mengakibatkan terjadinya eutrofikasi berlebihan dalam danau atau waduk sehingga memungkinkan perkembangan tananam air menjadi lebih cepat dan pada akhirnya mempercepat pendangkalan dan kerusakan waduk atau danau tersebut. Meningkatnya aktivitas pertambangan dan pembanguan pabrik yang tidak diikuti dengan teknik konservasi dan penanganan limbah yang memadai, akan meningkatkan pencemaran yang luar biasa di bagian hilir. Di dalam pengelolaan lanskap/sumber daya alam, manusia mengubah dan mengatur (secara holistik) penggunaan ekosistem dan membinanya. Contoh: pengelolaan lanskap waduk tidak akan terlepas dari lanskap sungai dan lanskap hutan yang mempengaruhinya. Ekosistem sumber daya alam merupakan kumpulan ekosistem yang dikelola manusia, yang hasilnya baik langsung maupun tidak langsung bermanfaat bagi manusia. Pengelolaan meliputi kegiatan-kegiatan: preservasi, proteksi, perawatan, pemeliharaan, dan rehabilitasi, dengan penjelasan sebagai berikut:

ü  Preservasi, yaitu melestarikan sesuatu yang unik dan dilaksanakan jika sudah ada ancaman.

ü  Proteksi, yaitu melindungi suatu lanskap terhadap gangguan-gangguan yang dapat merusak.

ü  Perawatan, yaitu memelihara lanskap yang ada agar tetap baik dan bersifat statis.

ü  Pemeliharaan, yaitu memelihara lanskap dengan berusaha meningkatkan mutunya dan bersifat dinamis.

ü  Rehabilitasi, yaitu memperbaiki lanskap yang rusak. Pengelolaan lanskap berkelanjutan adalah usaha manusia dalam mengubah/ mengatur, dan menata ekosistem/lanskap agar manusia memperoleh manfaat yang maksimal dengan mengusahakan kontinuitas produksinya/keberadaannya (dipengaruhi oleh faktor ruang, waktu, dan energi).

( Sudirman et al., 1985 )

  1. Memelihara hubungan ekologis berbagai kelompok spesies tetumbuhan

dan hewan dalam landscape pada berbagai skala :

ü  Menjaga habitat alami dari predator dan musuh alami di tanaman cengkeh agar ekosistemnya tetap terjaga

ü  Diberi pohon peneduh alami yang ditanam biasanya Theoprocia, Flumingia Congesta, yang bukan merupakan saingan akar untuk menahan teriknya sinar matahari, menahan angin dan mematahkan jatuhnya hujan yang lebat

ü  Melakukan kegiatan remediasi jika lahan yang digunakan untuk budidaya cengkeh telah banyak tercemar pestisida

ü  Menghindari pemakaian pestisida kimia untuk menjaga kelestarian spesies di sekitar tanaman cengkeh

ü  Menerapkan pola tanam tumpangsari untuk meminimalisir serangan OPT

ü  Menjaga kesuburan tanah sebagai habitat cacing tanah yang juga menjadi ciri suatu tanah yang kaya unsure hara

(Kurniawan Syahrul et al, 2010)

  1. Pengelolaan lahan yang dikembangkan tergantung pada penggunaan lahan yang diterapkan. Fungsi lahan bagi manusia antara merupakan wadah kehidupan, media bereproduksi, memenuhi kebutuhan hidup, modal pembangunan, membentuk lingkungan/ruang dan mendapatkan kesejahteraan. Berkaitan dengan fungsi tersebut maka ada 10 dasar pengelolaan lahan untuk kesejahteraan manusia, yaitu:

ü  Potensi peruntukan lahan

ü   Rencana penggunaan lahan

ü  Rencana tata ruang/kawasan

ü  Sarana/prasarana

ü  Sumber daya manusia

ü  Modal dan ilmu pengetahuan

ü  Dasar hukum dan peraturan

ü  Status lahan

ü  Hasil/produktivitas

ü  Dampak lingkungan

Secara teknis, pengelolaan lahan untuk kesejahteraan dan kesuburan dalam tanah dapat berupa tindakan merencanakan, memanfaatkan, menata, mengatur, memanipulasi, mengendalikan dan melestarikan. Forman (2010) menyatakan bahwa ekologi landscape terfokus pada 3 hal yaitu:

  1. hubungan spasial diantara elemen bentang lahan atau ekosistem
  2. hubungan aliran energi, mineral dan unsur hara
  3. hubungan spesies antar elemen dan mozaik dinamika ekologi lanscape dalam perubahan waktu.

Secara spesifik ekologi landscape terfokus pada perkembangan dan dinamika heterogenitas spasial, interaksi antar spasial dan temporar serta pergantian antar heterogenitas tersebut sehingga mempengaruhi heterogenitas spasial proses biotik dan abiotik serta pengelolaannya (Risser et al., 1984). Dalam 2 dekade ini fokus dari ekologi landscape didefinisikan dalam berbagai versi. Namun ada 2 aspek penting dalam ekologi bentang lahan yang membedakannya dari sub disiplin ekologi.

ü  Ekologi lanscape secara eksplisit merupakan konfigurasi spasial yang penting dalam proses ekologi. Ekologi lanscape membahas banyaknya komponen penyusun dan bentuk susunannya

ü  Ekologi landscape seringkali fokus pada perluasan area yang lebih besar dari area yang secara tradisional dikaji dalam ekologi.

Ekologi lanscape merupakan cabang ilmu yang berbeda karena 3 faktor (Turner et al., 2003), yaitu:

ü  problem lingkungan dan pengelolaannya

ü  perkembangan konsep dalam ekologi dan perkembangan teknologi, termasuk di dalamnya ketersediaan data spasial, komputer dan software yang mampu memanipulasi data

ü  perkembangan era komputasi

Secara umum dapat dikatakan bahwa ekologi landscape meliputi aplikasi dari prinsip-prinsipnya dalam  kegiatan memformulasikan dan memecahkan permasalahan yang sedang terjadi. Namun yang paling tepat adalah pendefinisian ekologi landscape dengan fokus pada pola heterogenitas spasial, karakteristiknya, letak/posisinya, mengapa dan bagaimana perubahan itu terjadi dalam kurun waktu serta yang lebih penting adalah bagaimana pengelolaan perubahan tersebut. Ada 5 tema utama dalam ekologi lanscape yaitu:

  1. Pendeteksian pola landscape secara kuantitatif
    1. Identifikasi agen pembentuk pola tersebut yang terdiri dari faktor fisik abiotik, dampak demografik dan gangguan yang ditimbulkannya
    2. Pemahaman implikasi ekologis dari pola lanscape terhadap populasi, komunitas dan ekosistem
    3. Pengkarakteristikan perubahan dalam pola dan proses yang terjadi secara spasial dan temporer secara kuantitatif sebagai bagian dari dinamika landscape
    4. Pengelolaan landscape untuk kesejahteraan manusia.

Terlepas dari posisi ekologi landscape sebagai bagian dari biologi lingkungan ataukah geografi lingkungan, sesungguhnya ahli biologi dan geografi mempunyai peranan sangat penting dalam perkembangan ekologi lanscape.

  1. Menggunakan praktek managemen terbaik untuk membuat sistem pertanian lebih harmonis dengan konservasi biodiversitas

ü  Menerapkan teknik budidaya tanaman cengkeh secara benar dengan prinsip pertanian berlanjut

ü  Menjaga keselarasan alam dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di alam, misalnya menggunakan pestisida nabati

ü  Mengelola tanah secara baik agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman cengkeh

ü  Menanam tanaman tahunan yang perakarannya kuat agar dapat menghindari resiko tejadinya erosi

ü  Menjaga ekosistem hutan agar dapat menjadi tempat hidup hewan dan spesies tumbuhan didalamnya

ü  Menggunakan tutupan lahan agar tanah tidak miskin unsure hara

(Kurniawan Syahrul et al, 2010)

 

  1. Mengindentifikasi dan menangani ancaman untuk konservasi habitat alami. Dengan adanya penanaman cengkeh dalam agroforestri maka konservasi habitat alami tetap terjaga dan lestari. Sebagaimana prinsip agroforestri, yaitu Agroforestri merupakan gabungan ilmu kehutanan dengan agronomi, yang memadukan usaha kehutanan dengan pembangunan pedesaan untuk menciptakan keselarasan antara intensifikasi pertanian dan pelestarian hutan. Dalam hal tersebut pola tanam cengkeh juga memanfaatkan tanaman pagar. Oleh karena itu, tanaman pagar dapat mengaplikasikan vegetasi alami tanpa merusak lingkungan yang ada.
  2. Merestorasi kawasan habitat asli setempat di bagian yang bagiannya mengalami degradasi dalam landscape pertanian. Merestorasi yaitu mengembalikan atau memulihkan kepada keadaan semula dapat dilakukan dengan penanaman kembali vegetasi dalam kawasan habitat tersebut. Dengan cara aplikasi penanaman cengkeh dalam agroforestri salah satunya. Dengan adanya keanekaragaman vegetasi, maka akan timbul keanekaragaman hewan. Sehingga ekosistem akan berjalan lancar. Dengan adanya keanekaragaman vegetasi maka seresah semakin banyak, akan terurai dan dapat memperbaiki tekstur dan struktur tanah. Oleh karena itu, degradasi dalam landscape pertanian dapat terminimalisir.
  3. Mengambil alih lahan marginal dari sebagai tempat produksi pertanian dan membiarkannya untuk berubah ke vegetasi alami . Tanah marginal secara alami memiliki kandungan hara P maupun K yang sangat rendah. Hal ini berkaitan dengan susunan mineral atau cadangan mineral tanah marginal yang didominasi oleh kuarsa dan oksida (ilmenit, magnetit, dan rutil) dan sangat sedikit mineral sumber hara lainnya. Tindakan praktis untuk memperbaiki sifat kimia tanah tersebut meliputi: 1) pengapuran untuk meningkatkan pH tanah dan mengurangi reaktivitas Al, 2) pemberian pupuk makro maupun mikro untuk memperbaiki kesuburan tanah, serta 3) penambahan bahan organik yang berfungsi sebagai bufer terhadap pH rendah dan toksisitas Al melalui pembentukan khelat (Brown et al. 2008 dalam Suharta, 2010). Penambahan bahan organik juga dapat meningkatkan stabilitas tanah dan mendukung pengelolaan lahan sistem konservasi

(Brown Keith, 1999)

  1. Menerapkan strategi konservasi tertentu yang sesuai untuk spesies atau komunitas atau populasi yang perlu mendapat perhatian konservasi khusus baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat setempat. Strategi konservasi yang diterapkan dapat berupa keputusan untuk menetapkan atau mempertahankan suatu sistem nasional kawasan yang dilindungi, lebih disukai bila mencakup beberapa kategori kawasan dengan tujuan pengelolaan yang berbeda.  Penurunan jumlah dan mutu kehidupan flora  serta fauna yang dikendalikan melalui kegiatan konservasi secara insitu maupun eksitu, yaitu:
  • Konservasi in-situ (di dalam kawasan) adalah konservasi flora fauna dan ekosistem yang dilakukan di dalam habitat aslinya agar tetap utuh dan segala proses kehidupan yang terjadi berjalan secara alami.
  • Konservasi ek-situ (di luar kawasan) adalah upaya konservasi yang dilakukan dengan menjaga dan mengembangbiakkan jenis tumbuhan dan satwa di luar habitat alaminya dengan cara pengumpulan jenis, pemeliharaan dan budidaya (penangkaran).

(AnonymousE, 2013)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

AnonymousA.2012.Sistem Agroforestri di Indonesia(online). http://worldagroforestry.org/Sea/Publications/files/lecturenote/LN0034-04/LN0034-04-2.PDF. diakses 29 September 2013.

AnonymousB.2012.Budidaya Cengkeh (online). http://www.kopsyahirsyady.com/56-kebun/330-tanaman-cengkeh. diakses 29 September 2013.

AnonymousC.2013.Teknologi Unggulan Tanaman Cengkeh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. http://balittri.litbang.go.id/database/unggulan/booklet cengkeh.pdf. Diakses pada 29 September 2013.

AnonymousD.2013.Kegiatan Perbaikan Tanah. http://desakuhijau.org/topik/materi/teks/buku/kegiatan-konservasi-lingkungan-dan-sumberdaya-alam/.Diakses pada 1 Oktober 2013

AnonymousE.2013.Strategi Konservasi (online). http://www.baungcamp.com/?articles&iq=21&post=Strategi_Konservasi_Sumber_Daya_Alam_Hayati_dan_Ekosistemnya.Diakses pada 1 Oktober 2013.

Brown, Keith.1999.Concise Encyclopedia of Grammatical Categories.Cambidge: Elsiver.

Dianda.2011.Konservasi Lahan. http://diandaningeyil.blogspot.com/2011/07/konservasi-lahan. html.Diakses pada tanggal 29 september 2013.

 

Fadholi.2013.Analisis Budidaya Cengkeh (online). http://justkie.wordpress.com/2012/05/15/masalah-dan-faktor-keberhasilan-dalam-usaha-tani/. Diakses pada 28 September 2013.

Kementerian Pertanian.2012.Peningkatan Produksi, Produktifitas, Mutu Tanaman Rempah dan Penyegar. Pedoman Teknis Rehabilitasi Tanaman Cengkeh di Indonesia.

Kurniawa,  Syahrul et al.2010.Estimasi Karbon di Lahan-Lahan Pertanian di DAS Konto Jawa Timur.World Agroforestry Centre.Southeast Asia Regional Office

Michon G and de Foresta H, 1995. The Indonesian agro-forest model: forest resource management and biodiversity conservation. Dalam: Halladay P and Gilmour DA (eds.),Conserving Biodiversity outside protected areas. The role of traditional agro-ecosystems. IUCN:90-106

Sudirman et al.1985.Pengaruh Tingkat Erosi dan Pengapuran terhadap Produktivitas Tanah. Pemberitaan Penelitian Tanah dan Pupuk (6)9-14.

Untuk pengagum cinta sejati…

Aku melamun jauh memandang langit dengan bongkahan awan putih berjalan menuju dermaga yang entah mana ujungnya, otakku dipenuhi seribu pertanyaan menggelayut dalam dada. Tentang hidup, cinta, kematian, keberuntungan, segalanya melayang-layang indah dalam benakku. Selalu, selalu dan selalu pertanyaan yang berulang kali sama muncul dan terus terulang muncul yang mungkin ta terhitung agi jumlahnya. “Tuhan dapat dengan mudah menciptakan cinta bagi manusia tapi dengan mudah pula membuangnya, hingga tak ayal banyak orang menjalin cinta dengan berpuluh-puluh pasangan. Bukankah cinta pertama dan terakhir jauh lebih indah?”. Memang benar rencana Tuhan jauh lebih indah daripada resokusi manusia namun terkadang rencana-Nya jauh dari batas bayangna manusia. Terkadang yang alim menjadi biadab, yang biadab menjelma menjadi malaikat. Ahhhh, entahlah….Hidup penuh denga topeng jahanam. Banyak orang menjual cinta yang dimiliki demi sesuap nasi, kepuasan birahi, hasrat ingin memiliki atau apalah namanya. Romeo dan juliet hanya menjadi dongeng pengantar tidur. Katanya simbol keagungan cinta sejati, aku hanya tersenyum kecut mendengar kata-kata itu. Masih pantaskah dunia yang dipenuhi makhluk munafik ini membicarakan cinta sejati….Hanya segelintir orang yang percaya dengan dongen cinta sejati tap aku tiak termasuk didalamnya.